Login Disini

Yang Lagi Online

Sebanyak 107 Tamu online

Mesin Pelacak

Tulisan Terbaru

article thumbnail

Di Indonesia, gelatin masih merupakan barang... .. Baca Artikel Ini>>>

article thumbnail

Tersebutlah kisah salah seorang sahabat Nabi... .. Baca Artikel Ini>>>

article thumbnail

Nama lengkap Ibnu Katsir ialah, Abul Fidâ... .. Baca Artikel Ini>>>

Home Kisah Nyata Si Anak dan Persegi
Si Anak dan Persegi
Written by Redaksi2   
Saturday, 03 October 2009 20:08

Di suatu senja, duduklah seorang ibu yang sedang membantu anak-anaknya mengulang-ulang pelajaran mereka. Sang ibu memberi putra kecilnya yang berusia 4 tahun sebuah buku gambar agar tidak mengganggunya dalam memberikan keterangan terhadap pelajaran saudara-saudaranya yang lain.

Tiba-tiba sang ibu teringat bahwa dia belum menghadirkan makan malam untuk ayah suaminya (mertuanya), seorang yang sudah lanjut, dan hidup bersama mereka di sebuah kamar di luar bangunan rumah, yaitu di pelataran rumah. Adalah sang ibu melayaninya sesuai dengan kemampuannya, dan sang suami ridha dengan pelayanan terhadap ayahnya yang tidak meninggalkan kamarnya karena kesehatannya yang lemah.


Sang ibupun cepat-cepat memberi sang mertua makanan. Dan bertanya kepadanya, apakah sang ayah membutuhkan pelayanan lain, lalu dia pergi meninggalkannya.

Saat dia kembali ke tempatnya bersama dengan putra-putranya, dia memperhatikan bahwa anak bungsunya tengah menggambar lingkaran dan persegi. Dan meletakkan di dalam lingkaran dan persegi tersebut simbol-simbol. Maka sang ibupun bertanya: Apa yang kamu gambar?

Dia menjawab dengan penuh kecerdasan: "Sesungguhnya aku tengah menggambar rumahku yang nanti aku akan tinggal di dalamnya saat aku dewasa dan menikah."

Jawaban si anak menggembirakan sang ibu. Lalu sang ibu bertanya: Di mana engkau akan tidur?" Si anakpun memperlihatkan kepada sang ibu setiap persegi dan berkata: "ini adalah kamar tidur....ini dapur ... ini ruang tamu.." Dia menghitung-hitung apa saja yang dia ketahui dari ruang ruang di rumah.

Lantas dia meninggalkan satu kotak persegi yang sendirian di luar daerah yang telah dia gambar yang mencakup keseluruhan kamar.

Sang ibu pun terheran, dan berkata: "Lalu mengapa kamar ini ada di luar rumah? Terpisah dari kamar kamar yang lain?

Si anak menjawab: "Kamar tersebut untuk ibu, aku akan meletakkan ibu di sana, ibu akan hidup di sana sendirian sebagaimana kakekku yang sudah tua."

Sang ibupun terkejut dengan apa yang dikatakan oleh putranya!!!

"Apakah aku akan sendirian di luar rumah di pelataran rumah tanpa bisa bersenang-senang dengan berbicara bersama anak-anakku? Aku tidak bisa berbahagia dengan ucapan ucapan mereka, kebahagiaan mereka,dan permainan mereka saat aku lemah, tidak mampu menggerakkan tubuh? Siapa yang aku ajak bicara saat itu? Apakah aku akan menghabiskan sisa umurku sendirian di antara empat dinding tanpa bisa mendengar suara anggota keluargaku??

Maka sang ibu cepat-cepat memanggil pembantu, kemudian dengan cepat memindah perabotan ruang tamu yang biasanya merupakan ruang yang paling baik, kemudian menghadirkan ranjang ayah suaminya, lalu memindah perabotan ruang tamu ke dalam kamar sang kakek di pelataran rumah.

Di saat sang suami pulang, dia terperanjat dengan apa yang dia lihat, dan takjub, lalu bertanya apa penyebab perubahan ini?

Sang istri menjawab dengan air mata yang berlinangan di kedua matanya: "Sesungguhnya aku memilih ruang yang paling indah untuk kita hidup didalamnya jika Allah memberikan kepada kita umur sampai usia lanjut yang lemah untuk bergerak. Dan biarlah tamu berada di ruang luar di pelataran rumah."

Sang suamipun faham apa yang dimaksud oleh sang istri, lalu memuji perbuatannya terhadap ayahnya yang tengah melihat kepada mereka dengan senyuman dan pandangan mata keridhaan. Sementara sang anak... dia menghapus gambarnya... dan tersenyum. (qiblati ed 11 tahun 2009/mrg)

Comments (11)Add Comment
 1 2 > 
...
written by Heriyanto, July 09, 2010
smilies/smiley.gif Kisah nyata atau bukan, semoga ini dapat menjadi pelajaran bagi kita dalam memanfaatkan usia.....
report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
...
written by eti, June 20, 2010
Subhanallah..
Kisah ini mengingatkan kita bagaimana seharusnya kita memperlakukan orang tua..Astagfirullahal 'adziim.
syukran
report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
...
written by dede warsih, February 16, 2010
subhanallah,,,,,ceritanya bagus sekali,,terkadang banyak pelajaran yang sangat berharga dari seoarang anak smilies/smiley.gif
report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
terima
written by nafis, February 12, 2010
pepatah mengatakan jika kita menanam biji mangga pasti pohon itu akan berbuah mangga. jika kita berbuat kebaikan pastilah kebaikan itu kembali pada kita sendiri.... ok smilies/wink.gif smilies/wink.gif
report abuse
vote down
vote up
Votes: +1
...
written by dian_asem, January 27, 2010
subhanAllah...
dari cerita itu kita bisa belajar, sayangilah dan cintailah orang lain seperti kita menyayangi diri sendiri. kita pasti senang jika kita disayangi dan diperlakukan baik, maka lakukanlah hal itu pada orang lain. diri ini akan bahagia disaat orang lain bahagia dengan keberadaan kita.
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
...
written by Abdullah, January 16, 2010
'afwan. apakah cerita di atas kisah nyata? ataukah cerita dongeng (yang dikarang)? bukankah kita semua tahu bagaimana hukum cerita/dongeng yang dikarang?

ad dienul nashihah. barakallahufikum.
report abuse
vote down
vote up
Votes: +2
...
written by Denny Subagza, January 08, 2010
sungguh cerita yang membuat mata kita terbuka,, saya teringat satu pribahasa yang mengatakan, "Jika orang tua kita adalah raja maka sang anak pun akan menjadi raja,,, akan tetapi jika sang anak raja, maka orang tua tidak akan menjadi raja
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
...
written by endah umayanah, December 23, 2009
subhanallah ceritanya sangat menarik...Astaghfirullah ..semoga kita termasuk orang2 yang dapat diberikan kesempatan tuk selalu membahagiakan orang tua..Aamin....
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
...
written by suaidi hamid, December 06, 2009
adakalanya kita tidak bisa mengetahui apa yang dipikirkan oleh orang tua kita, kita anggap yang telah kita lakukan mungkin yang terbaik....banyak-banyaklah istigfar pada Allah dan minta maaf pada orang tua kita
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
...
written by bunda, November 10, 2009
smilies/cry.gif Ya...Allah,,hamba tak mau terlantar dihari tua hamba,,ingatkan hamba selalu untuk menyantuni orangtua hamba ya Allah,,betapa hamba sangat menyayangi mereka,,ampunkan hamba ya Allah,,,
report abuse
vote down
vote up
Votes: +0
 1 2 > 

Write comment
You can add your comment here

busy
 

Artikel Terfavorit

Kehidupan Rasulullah Sebelum Diutus

article thumbnailMuhammad Sholallahu 'Alaihi wa Salam dilahirkan di Makkah Al Mukarramah pada hari Senin tanggal 12... .. Baca Artikel Ini>>>

Taubatnya Malik bin Dinar -Rohimahullah-

article thumbnailKehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia,... .. Baca Artikel Ini>>>

Perjalanan

article thumbnailSaudariku tampak pucat dan kurus. Namun sebagaimana kebiasaannya, ia tetap membaca Al-Qur'... .. Baca Artikel Ini>>>

Kisah Favorit

KESABARAN NABI AYYUB ‘ALAIHISSALAM

article thumbnailBulan Ramadhan adalah bulan di mana kesabaran kaum Muslimin diuji, dan salah satu cara untuk... .. Baca Artikel Ini>>>

Wangi Harum Masyithah

article thumbnailDiriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi... .. Baca Artikel Ini>>>

Cerita Abu Qudamah bag1

article thumbnailAbu Qudamah dahulu dikenal sebagai orang yang hatinya dipenuhi kecintaan akan jihad fi sabilillah.... .. Baca Artikel Ini>>>

Siroh Favorit

Kehidupan Rasulullah Sebelum Diutus

article thumbnailMuhammad Sholallahu 'Alaihi wa Salam dilahirkan di Makkah Al Mukarramah pada hari Senin tanggal 12... .. Baca Artikel Ini>>>

'Aisyah Binti Abu Bakar -Rodhiallahu 'anha-

article thumbnailDia adalah gurunya kaum laki-laki, seorang wanita yang suka kebenaran, putri dari seorang laki-laki... .. Baca Artikel Ini>>>

Mengenal Imam al-Bukhari

article thumbnailMuhammad Ibnu Abi Hatim berkata, “Saya terilham/menghafal hadits ketika masih dalam asuhan... .. Baca Artikel Ini>>>